ANAK-ANAK YANG MENGHIDUPI KASIH ALLAH

SURAT GEMBALA

Minggu, 26 JULI 2020

 

ANAK-ANAK YANG MENGHIDUPI KASIH ALLAH

Kata Menghidupi dalam KBBI = Memelihara, Membangkitkan, Menyalakan atau Mengobarkan.  Artinya Allah mau agar setiap orang percaya baik anak-anak, orang muda dan orang dewasa harus KONSISTEN hidup dalam kasih Allah seumur hidupnya. Menjadi orang percaya yang konsisten hidup dalam Kasih Allah bukanlah perkara yang MUDAH melainkan suatu perkara yang BERAT. Suatu peribahasa  mengatakan bahwa : “Mempertahankan Lebih Berat Daripada Merebut.” Alkitab mencatat beberapa tokoh-tokoh hebat yang  gagal  Hidup Konsisten Dalam Kasih Allah. Di antaranya : Saul Raja bangsa Israel (1 Samuel 15:23), Yudas Iskariot murid Tuhan Yesus (Matius 26:15-16), Demas rekan pelayanan Rasul Paulus (2 Timotius 4:10).

Apa Langkah-Langkah Agar Anak-Anak Senantiasa Menghidupi Kasih Allah :

  1. Memastikan Anak-Anak Memiliki Komitmen Untuk Menghidupi Kasih Allah. Komitmen adalah Janji pada diri sendiri dan bertekad untuk mewujudkannya. Tanpa Komitmen Anak-Anak akan gagal konsisten hidup dalam kasih Allah, karena hidup dalam kasih Allah ada harga yang harus dibayar. Matius 8:19-20 “Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya : “Guru aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.” Yesus berkata kepadanya : Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” Matius 10:22 “Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku, tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.”

Apa Tindakan Orang tua supaya Anak-anak memiliki Komitmen yang Kuat Untuk menghidupi Kasih Allah…?

  1. Memberikan Didikan Supaya Anak Mengasihi Allah. Amsal 22:6 “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.” Kata Didikan artinya Memberikan Latihan bukan hanya sekedar memberikan ajaran.
  2. Memberikan Disiplin Tegas. Amsal 13:24 “Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya, tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya.
  3. Memastikan Anak-Anak Memiliki Pergaulan Yang Benar

Pergaulan sangat menentukan kepribadian seseorang bukan Lingkungan. Alkitab mencatat dalam 1 Korintus 15:33 “Janganlah kamu sesat : Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik” Artinya walaupun anak-anak dari usia dini sudah ditanam nilai-nilai kebenaran tetapi ketika dia dewasa lalu bergaul dengan orang-orang yang tidak benar maka semua kepribadiannya yang baik akan rusak oleh karena pergaulannya yang buruk.                                                                                                  Alkitab mencatat bagaimana kepribadian yang baik menjadi rusak oleh karena pergaulan :

  1. Pergaulan Amnon anak raja Daud dengan sepupunya Yonadad yang berwatak jahat menyebabkan Amnon tega memperkosa adik tirinya Tamar. (2 Samuel 13:1-14)
  2. Pergaulan raja Rehabeam anak Salomo dengan orang-orang yang sebaya dengannya namun hidup tidak benar akhirnya membuat kerajaan Israel pecah menjadi dua kerajaan. (1 Raja-raja 12:1-17).
  3. Salah satu sebab mengapa Yudas Iskariot tega mengkhianati Tuhan Yesus gurunya, karena Yudas Iskariot membuka dirinya berhubungan dengan para Imam-Imam dalam bait Allah. (Lukas 22:3-6)

Pergaulan Benar yang berdampak pada KONSISTENSI HIDUP DALAM KASIH ALLAH adalah ketika kita senantiasa MENJADIKAN PERGAULAN DENGAN TUHAN sebagai PERGAULAN YANG UTAMA. “Inilah riwayat Nuh : Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah…Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan.” (Kejadian 6 : 9-11) Meskipun Nuh tinggal dan berada di tengah zaman yang kecenderungan manusia berbuat kejahatan tetapi Nuh sedikit pun tidak terpengaruh, Nuh tetap hidup tidak bercela, benar dan kudus. Semuanya karena Nuh menjadikan pergaulannya dengan Tuhan sebagai Pergaulan yang utama.

Kunci Utama agar anak-anak, orang muda dan orang dewasa agar selalu KONSISTEN SENANTIASA MENGHIDUPI KASIH ALLAH DALAM DIRINYA :

  1. Milikilah Komitmen Yang Kuat Untuk Senantiasa Menghidupi Kasih Allah. “Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. “ (Galatia 2:20) “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan” (Filipi 1:21)
  2. Jadikan Pergaulan Dengan Tuhan Sebagai Pergaulan Yang Utama.  “Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih ? Dengan menjaganya sesuai dengan Firman-Mu.” (Mazmur 119:9) “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” (Mazmur 119:105)

 

 

Oleh : Pdt. Yus Fredy Kaunang, S.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *