ANAK-ANAK YANG MENERIMA KASIH DARI ORANG TUA

SURAT GEMBALA

Minggu, 12 JULI 2020

 

ANAK-ANAK YANG MENERIMA KASIH DARI ORANG TUA

MATIUS 19:13-15

 

Shalom, Kadar Kasih orang tua terhadap anak sangat besar ditentukan oleh perangai pohon keluarga. Tidak dapat dipungkiri bahwa ada pandangan yang keliru terhadap kasih dalam keluarga: Bagi orang tua: Bukti kasih terhadap anak ialah dengan mengikuti segala kemauannya dari kecil. Bagi anak-anak: Bukti kasih orang tua terhadap anak ialah memberikan kebebasan dan tidak pernah mendisiplin dengan rotan. Pandangan Alkitab Tentang kasih orang tua terhadap anak sangat jelas;  Pertama, Kasih harus nyata dalam Kelembutan yang di awali dengan “Pikiran”. Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci  , semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu (Fil 4:8). Kemuadian ”Perkataan”(Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong  atau yang sembrono–karena hal-hal ini tidak pantas–tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur(Ef 5:4). Pada akhirnya nyata dalam “Perbuatan”. Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera  akan menyertai kamu(Fil 4:9).  Kedua, Kasih harus nyata Ketegasan.  Ketegasan diwujudkan dalam Disiplin Rohani. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak. I Kor 9:27. Kemudian ketegasan diwujudkan dalam Disiplin Fisik. Amsal 13:24. Barangsiapa yang menahankan rotan, ia itu benci akan anaknya, tetapi orang yang mengasihi akan anaknya itu mengajari dia pada masa mudanya(TL). Jangan menolak didikan dari anakmu ia tidak akan mati kalau engkau memukulnya dengan rotan. Engkau memukulnya dengan rotan, tetapi engkau menyelamatkannya dari dunia orang mati.(Ams 23:13-14).

Ada beberapa tantangan dan fenomena masa kini; Pendisiplinan anak secara keras telah dianggap sebagai cara kuno dan tidak beradab pada era modern yang benar-benar menaruh penghargaan yang tinggi pada hak asazi manusia. Cara yang dipakai lebih banyak menggunakan pendekatan yang penuh dengan toleransi terhadap kehendak anak. Namun demikian, pada kenyataannya metode pendisiplinan secara lunak tersebut nampaknya telah menimbulkan permasalah baru, diantaranya hilangnya rasa hormat anak terhadap otoritas yang sepatutnya dihormati. Amsal 23:13-14 adalah merupakan salah satu contoh bagaimana Alkitab mengajarkan cara untuk mendisiplinkan anak.  Pasal 76C UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak melarang siapapun untuk melakukan kekerasan terhadap anak.  Orang tua yang terlalu protektif terhadap anak dan memimiliki konsep bahwa seolah-olah proses kehidupan cukup ditanggung orang tua dan anaknya tidak boleh mengalami proses itu. Dan akhirnya akan ada dampak dari setiap keputusan yang diambil orang tua dalam mendidik anak. Tinggi Kelembutan kurang Ketegasan akan mengakibatkan anak-anak manja. Manja-keras kepala dan pasti memalukan orang tua(Ams 29:21, I Sam 2:22-25). Kurang kelembutan tinggi Ketegasan akan menyebabkan anak-anak memberontak(I Raj 12:1-19) dan Tinggi kelembutan tinggi Ketegasan akan menjadi  Generasi Ilahi(Mal 2:15). Tidak dapat dipunkiri paling tidak ada 2 ciri kehidupan anak-anak yang menerima kasih dari orang tua menurut Matius 19:13-15;

Pertama. Mengalami perjumpaaan dengan Tuhan(13). Anak adalah Upah(Maz 127:3). Berarti milik Tuhan yang dipercayakan bagi orang tua. Jadi Tugas setiap orang tuawajib  membawa anak-anaknya untuk berjumpa kepada pemilik sesungguhnya. Dalam konteks ayat ini setiap orang tua membawa anak-anak beerjumpa Tuhan Yesus agar Tuhan Yesus menumpangkan tangan dan mendoakan mereka.  Hal meletakan tangan atas anak-anak berarti ada perlindungan, ada otoritas dan ada urapan.

Kedua. Memiliki Kerajaan Surga(14-15). Biarkan anak-anak itu…datang. Pristiwa ini  menunjukkan  tentang iman kepada Yesus. Ini berarti menerima dan Menjadikan Yesus Tuhan juruselamat secara Pribadi  dan Hidup dalam Hubungan yang erat dengan Tuhan. anak-anak yang memiliki mental Kerajaan Allah akan nampak dalam peneriamaan diri, Tujuan hidup dan keradikalan imanya.

 

Selamat hari minggu, selamat beribadah, Tuhan Yesus memberkati…..

Oleh : Pdt. Paulus Timang, M.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published.