ANAK-ANAK YANG MEMAHAMI DAN MENERIMA KASIH ALLAH

SURAT GEMBALA

Minggu, 05 JULI 2020

 

ANAK-ANAK YANG MEMAHAMI DAN MENERIMA KASIH ALLAH

Anak-anak yang hidup dalam Kasih Allah merupakan Aset yang sangat BERHARGA  bagi Keluarga, Gereja, Bangsa dan Negara. Karena ketika  anak-anak  terdidik dengan baik akan mendatangkan ketentraman dan sukacita bagi orang tuanya. “Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketentraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu.” (Amsal 29:17) Ketika anak-anak terlatih hidup dalam KEBENARAN  maka suatu kelak ia akan menjadi Pemimpin  yang memberkati bangsa dan negara.  “Jika orang benar bertambah, bersukacitalah rakyat, tetapi jika orang fasik memerintah, berkeluh kesahlah rakyat.” (Amsal 29:2)  “Apabila orang benar memegang kekuasaan, rakyat bersukacita, apabila orang jahat berkuasa, maka berkeluh kesahlah mereka.” (FAYH).

Langkah-langkah Agar Anak-Anak Memahami  Dan Menerima Kasih Allah :

  1. Anak-Anak Harus Dibawa Kepada Tuhan.

“Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka, akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.” (Markus 10:13-14)

Mengapa Anak-Anak Harus Dibawa Kepada Tuhan :

  1. Karena anak-anak tidak dapat datang kepada Tuhan, kalau tidak ada orang yang menuntunnya.
  2. Karena anak-anak akan dipengaruhi dan dikuasai setan kalau tidak dibawa kepada Tuhan.
  3. Supaya anak-anak diberkati dan disertai Tuhan.
  4. Anak – Anak Harus Diperkenalkan Tentang Perbuatan Kasih Tuhan. “Supaya ini menjadi tanda di tengah-tengah kamu. Jika anak-anakmu bertanya di kemudian hari : Apakah artinya batu-batu ini bagi kamu ? Maka haruslah kamu katakan kepada mereka : Bahwa air sungai Yordan terputus di depan Tabut Perjanjian TUHAN, ketika Tabut itu menyeberangi sungai Yordan, air sungai Yordan itu terputus. Sebab itu batu-batu ini akan menjadi tanda peringatan bagi orang Israel untuk selama-lamanya.” (Yosua 4:6-7)

Kelalaian para orang tua Israel menceritakan perbuatan kasih Tuhan kepada anak-anaknya, menyebabkan lahirnya generasi baru yang jahat. “Setelah seluruh angkatan itu dikumpulkan kepada nenek moyangnya, bangkitlah sesudah mereka itu angkatan yang lain, yang tidak mengenal TUHAN ataupun perbuatan yang dilakukan Nya bagi orang Israel. Lalu orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN dan mereka beribadah kepada para Baal.” (Hakim-Hakim 2:10-11).

  1. Anak-Anak Harus Dituntun Untuk Percaya Dan Mengasihi Tuhan Segenap Hati “Dengarlah, hai orang Israel : TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu Esa! Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini HARUSLAH engkau perhatikan, HARUSLAH engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. HARUSLAH juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan HARUSLAH itu menjadi lambang di dahimu, dan HARUSLAH engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.” (Ulangan 6:5-9)

Pentingnya anak-anak dituntun untuk percaya dan mengasihi Tuhan dengan segenap hati, agar anak -anak menjadi ORANG YANG MILITAN DALAM MENGIRINGI TUHAN. “Lalu Sadrak, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: “Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika Allah yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.” (Danel 3:16-18)

Menuntun anak-anak dalam usia dini untuk Memahami Dan Menerima Kasih Allah akan menjadi Pondasi bagi anak-anak sehingga mereka tidak menyimpang dari jalan Tuhan. “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.” (Amsal 22:6)

 

Selamat hari minggu, selamat beribadah, Tuhan Yesus memberkati…..

Oleh : Pdt. Yus Fredy Kaunang, S.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *