TANTANGAN POLITIK

SURAT GEMBALA

Minggu, 21 MARET 2021

 

TANTANGAN POLITIK

 

Tema sepanjang bulan Maret adalah “TANTANGAN PENGORBANAN ORANG KRISTEN MASA KINI” Pengorbanan adalah merupakan ciri khas kehidupan orang-orang Kristen pada Gereja mula-mula. “Selagi dicobai dengan berat dalam berbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka.” (2 Korintus 8:2-3) Persoalannya seringkali yang menjadi tantangan  Jemaat berkorban dalam melayani Tuhan adalah dalam hal Teologi, Budaya, Politik, Sosial dan Teknologi.

Pada Minggu yang ke 3 di bulan Maret 2021 Tema Firman Tuhan di Jemaat GKII Pintu Elok adalah “TANTANGAN POLITIK BAGI PENGORBANAN ORANG KRISTEN MASA KINI” Politik Dan Keagamaan adalah dualisme yang berbeda, masing-masing memiliki spesifikasi. Politik identik dengan Dunia PEMERINTAHAN, PEMEGANG KEKUASAAN yang berhak mengatur, memimpin suatu Bangsa dan Negara. Sementara Keagamaan adalah Sistem yang mengatur Tata Keimanan, kepercayaan, peribadatan rakyat pada Tuhan. Politik tidak boleh intervensi dalam dunia keagamaan, sebaliknya Keagamaan pun tidak boleh mencampuri urusan dunia politik.

Pertanyaannya Apa Yang Menjadi TANTANGAN POLITIK BAGI PENGORBANAN ORANG KRISTEN MASA KINI…..???

”KETIKA ORANG KRISTEN TIDAK LAGI BERGANTUNG PADA TUHAN MELAINKAN PADA POLITIK”

Mengikuti ketentuan dalam Politik adalah bagian hak setiap warga negara yang baik termasuk orang Kristen. Menggunakan hak-hak politik adalah merupakan sikap ketaatan pada pemerintah yang diberi wewenang untuk mengatur tatanan dalam suatu Negara. Tetapi menaruh Pengharapan pada Politik melebihi Pengharapan pada TUHAN itu yang tidak boleh dilakukan oleh orang Kristen. Yeremia 17:5 “Beginilah Firman Tuhan: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!” Orang Kristen yang mengandalkan manusia (Politik/Pemerintah) akan dikutuk oleh Tuhan. (DOSA)

Apa Dampak Bagi Orang Kristen Dan Pelayan Tuhan Ketika Gereja Dan Pelayanannya Di Suport Penuh Oleh Politik/Pemerintah:

  1. Orang Kristen Tidak Lagi Mau Berkorban Untuk Gereja Dan Pelayanannya. Ketika pembangunan Gereja, biaya operasional Gereja, biaya hidup para Pelayan Tuhan semuanya dipenuhi oleh Politik/Pemerintah, dapat dipastikan bahwa orang Kristen tidak lagi sepenuh hati berkorban/memberi untuk pelayanan di dalam Gereja. Tentu semuanya ini melanggar ketetapan yang sudah digariskan oleh Tuhan dalam firman-Nya. Sebab dari mulanya Allah sudah menetapkan bahwa pelayanan dalam Bait Allah/Gereja adalah tanggung jawab umat Tuhan.  Amsal 3:9 “Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu.” Maleakhi 3:10 “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, Firman Tuhan semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.”
  2. Orang Kristen Tidak Lagi Menaruh Rasa Menghargai Gereja Dan Pelayanannya. Segala sesuatu yang dicapai melalui Perjuangan keras, Tenaga, Pikiran dan Air mata akan lebih dihargai dibandingkan dengan suatu pencapaian yang diperoleh dengan mudah tanpa perjuangan keras, tenaga dan air mata. Amsal 13:11 “Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya.”
  3. Orang Kristen Akan Kehilangan Berkat Karena Tidak Lagi Memberi. Memberi harta untuk pekerjaan Tuhan adalah salah satu kunci untuk membuka pintu berkat-berkat sorgawi agar tercurah bagi kehidupan orang percaya. Lukas 6:38 “Berilah maka kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah keluar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”
  4. Pelayan Tuhan Tidak Sepenuh Hati Dalam Melayani. Ketika kebutuhan hidup seorang pelayan Tuhan tidak lagi dipenuhi oleh umat Tuhan dalam Gereja melainkan dipenuhi oleh pemerintah. Maka akibatnya: a. Pelayan Tuhan tidak lagi sungguh-sungguh dalam melayani Tuhan. b. Pelayan Tuhan Tidak Lagi Berani Menyuarakan Kebenaran Untuk Pemerintah.

Selamat Hari Minggu, selamat beribadah, Tuhan Yesus memberkati…..!!

 

Oleh : Pdt. Yus Fredy Kaunang, S.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *