PEREMPUAN YANG MENGUDUSKAN DAN MEMBANGUN KELUARGA

SURAT GEMBALA

Minggu, 24 Mei 2020

PEREMPUAN YANG MENGUDUSKAN DAN MEMBANGUN KELUARGA.

Dan kalau ada seorang isteri bersuamikan seorang yang TIDAK BERIMAN dan laki-laki itu mau hidup dengan dia, janganlah ia menceraikan laki-laki itu. Karena SUAMI YANG TIDAK BERIMAN itu DIKUDUSKAN oleh isterinya dan ISTERI YANG TIDAK BERIMAN itu DIKUDUSKAN OLEH SUAMINYA, andaikata tidak demikian, niscaya anak-anakmu anak-anak cemar, tetapi sekarang mereka adalah anak-anak kudus.

I Korintus 7: 13-14

Kata TIDAK BERIMAN berbeda dengan TIDAK PERCAYA yang dimaksudkan dalam II Korintus 6 : 14. Laki-laki yang tidak beriman adalah orang yang PERCAYA Yesus tetapi tidak memiliki keyakinan akan Tuhan dan Firman Tuhan. Itu setara dengan suami yang TIDAK TAAT AKAN FIRMAN (I Petrus 3 : 1). Jadi jangan dianggap sebagai anjuran untuk menikah dengan orang yang tidak percaya kepada Yesus. Artinya, ada suatu tanggung jawab untuk SALING MENGUDUSKAN antara suami dan isteri dalam keluarga. Kata MENGUDUSKAN mengandung pengertian MENJADIKAN KUDUS, atau MEMPENGARUHI untuk menjadi kudus.

Bagaimana seorang Perempuan dapat MENGUDUSKAN keluarga (Suami dan anak-anaknya):

  1. Hidup dalam Kekudusan (Imamat 9 :2). Ada kuasa dalam kekudusan.
  2. Memiliki kelakuan yang MURNI dan SALEH (I Petrus 3 : 1-2)
  3. Berusaha untuk MENERIMA dan MENDAMPINGI serta MELAYANI suami dan anak-anak, bagaimanapun keadaannya.

Ingatlah : Anda tidak mungkin bisa MERUBAH seseorang, tetapi anda bisa MEMPENGARUHI untuk mengikuti keinginan anda.

Selain tanggung jawab untuk MENGUDUSKAN keluarga, perempuan diberi tanggung jawab untuk MEMBANGUN keluarga. Amsal 14 : 1 : Perempuan yang BIJAK membangun rumahnya, tetapi yang BODOH meruntuhkan dengan TANGANNYA sendiri. Artinya, ada kukuatan dasyat pada seorang perempuan untuk dapat MEMBANGUN atau MERUNTUHKAN rumahnya dengan tangannya sendiri. Ada 10 (sepuluh) cirri perempuan bijak menurut Alkitab yang pasti akan dapat membangun rumahnya, tetapi adan juga 5 (Lima) cirri perempuan Bodoh yang pasti akan dapat meruntuhkan rumahnya dengan tangannya sendiri. Kita perlu mengetahui apakah yang menjadi cirri perempuan bijak menurut Alkitab ;

  1. Takut akan Tuhan (Amsal 9 :10) — Permulaan hikmat ialah Takut akan Tuhan.
  2. Mencintai Firman Tuhan (Matius 7 : 24-25)
  3. Senantiasa Berdoa
  4. Rajin Berkerja (Kejadian 24 ; 15) — Ribka sedang menimba air saat bertemu dengan utusan Abraham.
  5. Menjaga Kekudusan (Kejadian 24 : 16) — Ribka seorang perempuan cantik yang masih perawan.
  6. Peduli dengan orang lain (Kejadian 24 : 18) —Ribka memberi minum kepada Eliezer hamba Abraham itu.
  7. Menjaga kesehatan Tubuh (Kejadian 24 ; 19) — Ribka bahkan memberi minum unta-unta dari hamba Abraham.
  8. Selalu berusaha memberikan yang terbaik (Kejadian 24 : 20)— Ribka memberi minum kepada semua unta itu yang dalam Kejadian 24 : 10 berjumlah 10 ekor.
  9. Murah Hati (Kejadian 24 : 25) — Menawarkan makanan unta dan tempat menginap.
  10. Memancarkan kasih Allah (Kejadian 24 : 26-27) — Eliezer hamba Abraham melihat kasih Tuhan melalui perbuatan Ribka. Bandingkan dengan Ester 2 : 9 — Ester menimbulkan kasih saying bagi orang yang memlihat dia.

Sebaliknya, apakah menjadi ciri dari orang yang bodoh menurut Alkitab :

  1. Hidup mengandalkan hal-hal duniawi, bukan mengandalkan Tuhan (Lukas 12 : 14-21)
  2. Lekas naik darah / Cepat marah (Amsal 14 : 7, 29)
  3. Tidak mengerti kehendak Tuhan (Efesus 5 : 15-17)
  4. Orang yang tidak melakukan Firman Tuhan ( Matius 7 : 24-25)
  5. Orang yang tidak mempersiapkan diri untuk kedatangan Tuhan (Matius 25 : 1-13); Sibuk dengan hal duniawi, mengabaikan Firman Tuhan, menafsirkan Firman Tuhan sesuai dengan keinginannya.

Kekeliruan umum saat ini, banyak perempuan berusaha membangun keluarga rumah tangganya secara materi tetapi mengabaikan membangun kekudusan hidup pribadinya. Kehidupan rohaninya tergantung pada sikap suami dan anak-anaknya. Kekudusan tidak bisa dicapai dengan sejumlah peraturan dan larangan. Kekudusan hanya bisa dicapai dengan kuasa Tuhan. Didalam kekudusan ada kuasa ilahi yang memulihkan. Yesaya 32 : 17 : Sebab di mana ada KEBENARAN di situ akan TUMBUH damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketentraman untuk selama-lamanya. Sebaliknya Yakobus 3 : 16 : Sebab di mana ada IRI HATI dan MEMENTINGKAN DIRI SENDIRI, di situ ada kekacauan dan segala macam kejahatan.

Dengan memelihara kekudusan pribadimu, engkau memelihara kekudusan keluargamu. Dengan membangun kehidupan rohanimu, engkau membangun kehidupan keluargamu. Apa yang terjadi pada dirimu PASTI akan berdampak baik atau buruk terhadap keluargamu.

Selamat Hari Minggu, Selamat beribadah, Tuhan Yesus memberkati.

 

Oleh : Pdt. Rustam Miling, S.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *